Point – Point Untuk Memubat Carport Yang Ideal

Bagi sebagian orang yang tinggal di daerah kota atau pemukiman yang padat, membangun carport menjadi solusi efektif dari pada membangun garasi. Namun untuk membuat carport yang ideal dibutuhkan beberapa tahapan yang tepat. Anda perlu memperhatikan tingakat keamanan, kenyamanan hingga kualitas material yang akan digunakan untuk membangun carport.

Untuk carport berbeda letaknya dengan garasi yang menyatu dengan rumah. Karena carport meruakan bagian dari eksterior rumah, yang letaknya bisa di depan, samping atau belakang rumah. Berikut point point yang diperlukan untuk membuat carport yang ideal.

Membuat Carport yang Ideal

1. Ukuran Carport yang Ideal

Untuk membuat carport ideal, tentunya terlebih dulu Anda sudah menentukan atau memperhitungkan ukurannya. Jangan sampai adanya carport justru mengganggu aktivitas lainnya. Selain itu, ukuran mobil, luas lahan yang tersedia, desain dan kualitas bahan pembangun carport juga perlu diperhitungkan dengan cermat.

Untuk membangun sebuah carport, ada beberapa ukuran standar yang sebaiknya Anda pahami, agar kendaraan Anda mudah untuk diletakkan di dalam carport tersebut.

Umumnya lebar carport antara 2,5 m – 3 m bisa menampung untuk 1 mobil. Dan untuk 2 mobil, minimal lebar carport yang dibutuhkan adalah antara 4,5 m – 5 m. Sedangkan panjang carport untuk 1 mobil, bisa Anda sesuaikan  dengan badan kendaraan yang Anda miliki. Untuk mobil kecil,  membutuhkan panjang carport kurang lebih 4 mater, sedangkan mobil panjang sekitar 5 meter bahkan lebih.

Ketinggian carport yang Anda buat usahakan jangan lebih pendek dari 2,5 m. Jarak mobil dengan dinding carport idealnya diatur lebih dari 120 cm karena Anda membutuhkan ruang gerak di samping mobil antara 80 cm – 100 cm . Jika Anda mempunyai 2 mobil, usahakan jarak antar mobil dalam satu carport minimal 70cm. Sedangkan untuk lantai, usahakan membuat perkerasan beton minimal pada landasan roda mobil, yaitu 45 cm-75 cm sepanjang carport. Dan jangan lupa, buat kemiringan lantai carport antara 1%-2% ke arah depan.

2. Letak Carport

Untuk letak carport, pastikan Anda perlu menyesuaikan dengan sirkulasi kendaraan ketika keluar-masuk carport agar lebih mudah.  Letak carport tersebut idealnya juga harus dicarikan tempat yang cukup strategis dengan arah dan arus kendaraan di jalan yang berbatasan dengan halaman rumah  Anda.

Nah, untuk Anda yang mempunyai rumah dengan desain yang hanya menampilkan tampak depan, maka usahakan letak carport tidak menutupi pintu utama. Namun jika karena suatu alasan carport yang Anda buat menutupi pintu utama, siasati dengan memberikan pennda menuju akses pintu utama misalnya berupa pola jalan setapak atau penanda lainya.

3. Atap/Naungan Carport

Untuk membuat naungan carport, ada beragam pilihan struktur seperti polycarbonate, kayu hingga beton, Anda bisa memilihnya sesuai dengan kesukaan dan anggaran yang Anda siapkan. Anda juga harus memahami bahwa tampilan desain naungan carport berpengaruh secara langsung terhadap tampilan bangunan rumah secara keseluruhan. Untuk itu, pastikan Anda menyesuaikan antara konsep desain naungan carpot dengan gaya rumah agar tampilanya lebih menarik.

Sebelum membuat carport tersebut, rencanakan pembuangan air hujan sejak awal. Jika Anda ingin membuat atap carport berupa atap datar tanpa talang, perhatikan kemiringan dan arah jatuhnya air hujan. Usahakan kemiringan ini dibuat dengan tepat, karena bisa berakibat fatal jika salah.

4. Lantai Carport

Lantai merupakan hal utama yang harus diperhatikan saat membuat carport. Untuk membuat lantai carport, pastikan  untuk membuat saluran air di sepanjang tepian carport menuju ke got atau selokan air di pinggir jalan. Lebar saluran air yang dibuat itu sekitar 5-10 cm dengan kedalaman 5 cm.

Umumnya, corak lantai itu sendiri ada 2 macam, yaitu yang permukaannya masif dan tidak masif. Untuk lantai carport yang dibuat model masif, Air  tidak bisa merembes dan meresap ke dalam tanah. Maka dari itu lantai harus memiliki kemiringan yang cukup agar air mengalir ke luar atau got. Sedangkan lantai tidak masif mampu meresap air, namun lantai tak masif tetap diupayakan dibuat dalam posisi miring. Dengan tetap menjaga kemiringan, tumpahan air tidak menggenang, tapi akan mengalir.

Untuk keramik yang digunakan dalam membuat lantai carport biasanya dipilih keramik yang bertekstur kasar, agar tidak licin terutama jika ada genangan air atau oli yang keluar dari kendaraan didalamnya. Selain keramik, Anda bisa menggunakan lantai berbahan semen atau paving. Selain dirasa lebih murah, tentunya lebih aman dan tahan terhadap goresan/gesekan dibanding bahan keramik.

Untuk mempercantik tampilan lantai carpot Anda, di bagian tengah yang tidak terlindas roda mobil  bisa ditanami rumput hias. Selain untuk memperindah, area tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pembuagan genangan air.

Leave Reply

Hey, so you decided to leave a comment! Thats great. Just fill in the required fields and hit submit. Note that your comment will need to be reviewed before its published Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>