Tipe Plafon Yang Paling Umum Digunakan

Hasil gambar untuk Tipe Plafon Yang Paling Umum Digunakan

Tipe Plafon Yang Paling Umum Digunakan

Plafon Rumah – Plafon merupakan salah satu bagian bangunan yang berada tepat dibatas dinding dan atap. Plafon memiliki fungsi penutup rangka atap, perendam panas, hingga peredam suara. Selain itu, Plafon juga berfungsi sebagai menentukan gaya atau kesan pada ruangan di dalam rumah. Oleh karenanya, bagian plafon atau langit-langit rumah haruslah direncanakan dan diperhatikan dengan baik. Saat ini terdapat banyak sekali tipe dan model plafon yang dapat dipilih untuk digunakan pada ruangan rumah.

 

Tipe Plafon Yang Paling Favorit

 

Plafon Tipe Baki (Tray Ceiling)

Plafon Baki

Pada tipe plafon ini, bagian tengahnya dibuat terangkat atau seolah-olah terlihat tersembunyi. Bagian plafon yang terangkat atau lebih tinggi dapat berbentuk segi empat atau segi banyak (polygon) menyesuaikan konsep ruangan yang diusung. Selain itu, terdapat pula beberapa variasi yang bisa diterapkan untuk mempercantik tampilan plafon tipe ini.

Cara yang pertama adalah dengan memasang lampu pada bagian dalam tepian plafon yang lebih tinggi. Cara ini membuat pencahayaan ruang tersebut seolah–olah tersembunyi.

 

Cara kedua untuk membuat tipe plafon ini menjadi terlihat lebih menarik adalah dengan mengecat bagian plafon yang lebih tinggi dengan warna yang berbeda dari bagian lainnya. Ada juga yang memberinya motif gambar tertentu atau membedakan material plafonnya. Cara ini dilakukan untuk memberikan penegasan pada desain langit-langit tersebut agar semakin terlihat menonjol. Biasanya, rancangan ini diaplikasikan pada desain plafon minimalis.

 

Plafon Datar Konvensional

Plafon Konvensional

Tipe plafon ini adalah versi standar yang paling sering digunakan pada bangunan rumah. Plafon datar konvensional terdiri atas lembaran material plafon yang dipasang mendatar tepat di bawah rangka atap. Lembaran material plafon dapat berupa papan kayu, atau bisa juga berupa lembaran anyaman bambu seperti yang biasa ditemukan pada rumah-rumah yang menonjolkan kesan tradisional.

Lembaran tersebut umumnya dipasang dengan jarak 2,5 hingga 3 meter dari lantai rumah. Namun, agar dapat menciptakan suasana ruangan yang lebih luas, plafon datar konvensional bisa pula dipasang pada ketinggian lebih dari 3 meter dari lantai.

Cara memasang model plafon datar konvensional terbilang paling mudah dibandingkan tipe plafon lainnya. Plafon datar konvensional sudah dapat memenuhi fungsi-fungsi dasar plafon. Akan tetapi penggunaan plafon tipe ini akan menimbulkan kesan membosankan karena tidak ada sesuatu yang istimewa.

 

Plafon Datar Transparan

Plafon Datar Transparan

Tipe plafon ini biasanya digunakan pada satu ruangan tertentu saja pada rumah yang sengaja didesain sebagai ruangan semi terbuka. Plafon datar transparan membuat sinar matahari leluasa masuk ke dalam ruangan.

Selain dapat memaksimalkan cahaya matahari sebagai pencahayaan alami pada siang hari, plafon datar transparan juga akan menimbulkan kesan stylish dan modern pada ruangan. Plafon tipe ini biasanya terbuat dari lembaran kaca yang sangat tebal dan kuat. Lembaran kaca yang digunakan dapat dibiarkan polos begitu saja atau ditambahkan motif-motif tertentu sehingga memberikan karakter pada ruangan.

 

Plafon Gantung

Plafon Gantung

Plafon gantung terdiri dari rangka besi dan panel plafon akustik berbobot ringan. Material panel plafon yang umum digunakan adalah papan gypsum. Makanya, ada beberapa kalangan yang menyebutnya dengan sebutan plafon gpysum.

Tipe plafon ini biasanya merupakan plafon baru yang dipasang di bawah plafon lama. Kelebihan model plafon ini adalah dapat menyembunyikan plafon lama yang biasanya telah mengalami penurunan kualitas, atau menyembunyikan pipa-pipa saluran air, kabel-kabel listrik, dan instalasi mekanikal lainnya.

Selain itu, dengan menerapkan model plafon gantung ini, penghuni rumah akan mudah menjangkau dan merawat instalasi mekanikal yang tersembunyi tersebut. Ditambah lagi, dengan adanya plafon gantung ini, ruangan akan tampak lebih artistik bila dilihat dari bawah. Sayangnya, dengan adanya penambahan plafon gantung, tinggi ruangan akan berkurang, sehingga menyebabkan ruang terasa menjadi lebih sempit.

 

Plafon dengan Rangka Atap Terekspos

Model plafon ini umumnya diterapkan untuk rumah bergaya rustic. Gaya rustic sendiri identik dengan kesan kasar, sederhana, dan nuansa pedesaan. Dalam model plafon ini, terdapat beberapa alternatif bagian rangka atap yang diekspos, mulai dari bagian baloknya saja, bagian kuda-kudanya saja, hingga keseluruhan bagian rangka atap yang terdiri atas balok, usuk, dan reng. Kadang, ada yang memakai plafon kayu lho.

8 Tipe Plafon yang Paling Umum Digunakan

Untuk model plafon dengan bagian balok terekspos, kayu atau baja yang digunakan sebagai balok atap dibiarkan terlihat begitu saja tanpa terlapisi plafon. Hal ini akan memberikan aksen yang unik di dalam ruangan yang khas dengan gaya industrial. Jenis langit-langit yang menerapkan tipe plafon ini juga memberikan kesan terbuka. Biasanya plafon dicat dengan warna polos, berlawanan dengan warna balok yang terekspos.

Sementara tipe plafon dengan kuda-kuda terekspos akan menonjolkan struktur kuda-kuda atap. Plafon dipasang miring, dan hanya bagian kuda-kuda atap saja yang berada di bawah plafon sehingga terlihat jelas.

 

 

ARSITEK INDO KONTRAKTOR – KONTRAKTOR JOGJA | JASA BANGUN RUMAH JOGJA | KONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK JOGJA | KONTRAKTOR DI JOGJA | JASA GAMBAR 3D JOGJA | JASA DESAIN RUMAH JOGJA | BANGUN RUMAH JOGJA merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0888 0289 8802

Leave Reply

Hey, so you decided to leave a comment! Thats great. Just fill in the required fields and hit submit. Note that your comment will need to be reviewed before its published Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>