Tips Mengatasi Kamar Lembab

Kamar yang lembab akan menyebabkan dinding mengelupas dan membuat bau tak sedap karena jamur. Selain itu perabot kayu di kamar juga mudah lapuk. Kamar lembab semacam ini kurang sehat untuk penghuni kamar. Kamar lembab bisa memicu sakit saluran pernapasan. Oleh sebab itu, Anda perlu segera mengatasi masalah kamar tidur yang lembab. Berikut kami rangkumkan tips mengatasi kamar lembab.

  1. Cari Sumber Kelembaban

Penyebab kamar lembab ada banyak hal. Diantaranya adalah tidak adanya celah sinar matahari atau masuk ke dalam kamar. Selain itu, ketiadaan pergantian udara adalah penyebab utama kamar lembab. Memiliki rumah di daerah perkotaan  memang sulit untuk memiliki lahan yang luas dengan keberadaan taman atau celah udara di bagian dalam rumah.

Sehingga posisi ruang paling belakang cenderung lembab karena tidak ada jendela maupun sinar matahari. Hal ini bisa makin parah bila ada pipa talang bocor atau genteng retak. Anda harus segera bertindak sebelum kesehatan penghuni kamar ini memburuk. Bila memiliki kamar belakang tanpa celah pergantian udara, Anda bisa melakukan beberapa hal sebagaimana berikut ini:

  • Untuk masalah kurangnya pencahayaan matahari, Anda bisa menyiasatinya dengan mengganti empat genteng di atas kamar lembab tersebut dengan genteng kaca. Jangan lupa lubangi asbes rumah berukuran persegi empat di atas genteng kaca tersebut. Hal ini bisa membantu sinar matahari memasuki kamar lembab tersebut setiap siang. Sehingga udara lembab bisa terkurangi.
  • Untuk masalah pipa bocor, segeralah perbaiki adanya kebocoran pipa talang air. Bila dibiarkan terus menerus akan menyebabkan kebocoran yang parah dan merusak dinding dan membuat cat mengelupas. Selain itu perabot di dalam kamar ikut terkena imbasnya dan mudah lapuk.

Mencari penyebab dan menemukan solusinya adalah cara paling efektif untuk membuat kamar lembab di rumah Anda bisa segera diatasi.

  1. Beri Ventilasi

Tips  mengatasi kamar lembab kedua adalah dengan membuat ventilasi. Bila tidak memungkinkan ventilasi keluar karena rumah berdempetan dengan rumah tetangga, buat ventilasi di atas pintu. Keberadaan ventilasi penting sekali untuk sirkulasi udara. Berikut aturan umum membuat ventilasi dalam kamar

  • Ukur luas ventilasi. Batasan luas minimal ventilasi adalah 15 persen dari ukuran lantai ruangan. Luas lubang ventilasi insidental minimal lima persen dari luas lantai.
  • Aliran udara yang masuk sebaiknya saling berhadapan (cross ventilation), namun jika tidak memungkinkan, satu ventilasi di atas pintu lebih baik adanya. Hal ini bisa disiasati dengan menambahkan exhaust fan yang akan kami bahas selanjutnya.
  • Fungsi ventilasi ini adalah membantu sirkulasi udara keluar masuk dan mengurangi kelembaban udara.

Setelah pemasangan ventlasi, ada satu benda lagi yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi kelembaban udara di kamar tidur.

  1. Pasang Exhaust Fan

Exhaust fan berbeda dengan kipas angin. Exhaust fan berbentuk seperti kipas angin namun memiliki mode dua putaran yang bisa menyedot udara dalam kamar dan membuangnya ke luar. Sehingga menggunakan exhaust fan bisa membuat udara lembab kamar menjadi berkurang dan membuat udara kamar menjadi lebih sejuk. Perkiraan harga exhaust fan adalah 350 ribu hingga 500 ribu rupiah, tergantung ukuran dan merk yang dipilih. Ada tiga jenis exhaust fan berdasarkan cara memasangnya, yaitu:

  • Ceiling mount. Exhaust jenis ini dipasang di plafon rumah
  • Wall mount. Exhaus jenis ini ditanam di dinding
  • Window mount. Exhaust jenis ini dipasang di kusen atau lubang ventilasi.

Ketiga jenis exhaust fan memiliki kegunaan yang sama. Untuk cara paling mudah dalam pemasangan, tentunya window mount pilihannya. Untuk ruangan yang bernar-benar tidak ada aliran udara keluar masuk, ceiling mount atau jenis exhaust fan yang dipasang di plafon rumah adalah pilihan terbaik.

  1. Pakai Cat Dinding Anti Lembab

Kamar yang lembab tentunya membuat tembok berwarna kusam karena ditumbuhi jamur. Selain itu catnya akan mudah mengelupas dan dinding semennya rontok. Hal ini bisa disebabkan plesteran dinding tidak bersifat tahan air sehingga guyuran air hujan merembes diantara pori-pori tembok. Dinding retak juga perlu Anda waspadai. Oleh sebab itu  sebaiknya dinding perlu diperkuat dengan lapisan semen sehingga menjadi lebih tahan air karena pori-pori dinding tidak menyerap  air.

Selanjutnya, Anda perlu mengecat dinding tembok dengan cat anti air.  Beberapa cat tembok tahan air yang bisa Anda gunakan adalah cat No Drop, Elatex waterproof, Welproff, Aquaproof, Top Seal, Ultraproof. Cat anti air tersebut memiliki kandungan elastis dan kedap air. Sangat cocok untuk dipakai melapisi tembok luar, asbes, seng, beton, dan permukaan terakota.

  1. Gunakan Penyerap Udara Lembab

Tips mengatasi kamar tidur lembab adalah dengan menggunakan penyerap udara lembab. Ada banyak jenis penyerap kadar air dalam ruangan yang bisa Anda pilih. Mulai dari penyerap ruangan kemasan hingga penyerap udara alami.

  • Penyerap ruangan kemasan ada banyak jenisnya di pasaran. Ada yang berbentuk kapur atau serbuk. Letakkan produk kemasan ini di sudut kamar lembab. Kapur dan serbuk didalamnya akan menyerap kandungan air dalam udara. Selanjutnya, kapur dan serbukyang telah menyerap air akan berubah menjadi gel. Setelah pemasangan satu bulan, Anda perlu menggantinya dengan yang baru karena sudah tidak efektif lagi diletakkan di kamar lembab. Beberapa produk kemasan yang bisa Anda dapatkan di toko adalah Bagus Serap Air, Top Dry Gel, atau Sicca Gel.
  • Penyerap ruangan alami ada beberapa benda. Yaitu kapur gamping, arang, garam kasar. Ketiga benda alami ini bisa Anda dapatkan di toko terdekat. Kelebihan benda-benda tersebut adalah bisa dipakai berulang-ulang. Anda tinggal meletakkan satu wadah arang/ gamping kapur/ garam kasar di pojok kamar yang lembab. Setelah satu bulan, Anda tinggal menjemurnya kembali. Setelah kering, Anda bisa gunakan kembali. Cukup hemat bukan?

Demikian tips mengatasi kamar tidur yang lembab. Semoga bermanfaat.

 

Leave Reply

Hey, so you decided to leave a comment! Thats great. Just fill in the required fields and hit submit. Note that your comment will need to be reviewed before its published Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>