Inspirasi Jenis-Jenis Rumah Limasan

Inspirasi Jenis-Jenis Rumah Limasan

Inspirasi Jenis-Jenis Rumah Limasan

Rumah Limasan Semar Tinandhu

Bangun Rumah JogjaBangunan tradisional khas ini dibangun dengan elemen-elemen pendukung natural tanpa adanya bahan-bahan modern. Salah satu kelebihan atap limasan adalah kemampuannya yang tinggi dalam meredam gempa karena dibangun dengan struktur kayu yang khas. Jika kamu ingin desain hunian yang luas dan anti gempa, mungkin kamu bisa coba mengaplikasikan konsep rumah tradisional khas Jawa ini. Berikut beberapa inspirasi jenis-jenis rumah limasan yang bisa anda baca di bawah ini.

 

 

 

 

Rumah Limasan Trajumas

Rumah Limasan Trajumas

Inti utama dari rumah limasan Trajumas adalah enam buah tiang yang menjadi penopang atapnya. Bentuk atap dari rumah limasan yang satu ini memiliki ukuran yang sama panjang. Tiang-tiang penopangnya sendiri dijadikan sebagai pembatas ruangan di bagian bawah. Model rumah limasan Trajumas saat ini masih banyak digunakan untuk bangunan modern berbentuk bungalow.

Rumah Limasan Lambang Gantung

Rumah Limasan Lambang Gantung 

Biasanya, tiang penopang atap paling depan berada di ujung emperan. Namun, berbeda dengan rumah limasan Lambang Gantung. Atap emperan dari rumah limasan ini terlihat menggantung karena tidak terhubung langsung dengan tiang penopang. Atapnya sendiri terdiri dari empat sisi yang berbentuk trapesium. Dari segi jumlah, tiang penopang pada rumah limasan Lambang Gantung sebenarnya lebih banyak daripada rumah limasan Trajumas, yaitu antara 8-10 buah.

Rumah Limasan Semar Tinandhu

Rumah Limasan Semar Tinandhu

Atap utama yang menjulang ke atas di rumah limasan Semar Tinandhu tidak bertumpu langsung dengan tiang utama. Namun, atap yang membubung ini sebenarnya tetap diopang oleh empat tiang di bagian tengah rumah.

Jumlah tiang dari rumah limasan ini pun sangat banyak, visa mencapai 16 tiang. Itu belum termasuk penopang atap yang membubung. Rumah limasan Semar Tinandhu sendiri banyak ditemukan di daerah pedesaan Jawa Tengah dengan bahan utama kayu jati, mahoni, atau kayu sonokeling.

Baca Juga :  Tempat Tidur Lipat untuk Kamar Mungil

Rumah Limasan Gajah Ngombe

Rumah Limasan Gajah Ngombe

Bagian emperan pada rumah limasan Gajah Ngombe biasanya hanya berada di salah satu sisi rumah yang terendah, seperti teras. Hal inilah yang membuat tampilan emperan atap seperti gajah yang sedang menunduk. Karena berada di area yang terendah, emperan di jenis rumah limasan ini memiliki konsep berundak dengan sisian atap utama yang membubung. Dari segi tiang penopang, rumah limasan Gajah Ngombe mirip dengan rumah limasan Trajumas yang hanya memiliki 6 tiang penyangga utama.

Rumah Limasan Lambang Teplok

Rumah Limasan Lambang Teplok

Terlihat batas yang sangat jelas antara atap yang membubung dengan atap emperan di rumah limasan Lambang Teplok. Model atap yang memiliki renggangan ini juga sering diartikan bahwa atap yang membubung hanya menempel pada atap emperan yang sudah ada. Model ini membuat rumah terlihat lebih tinggi dan mewah.

Rumah Limasan Lambang Sari

Rumah Limasan Lambang Sari

Rumah limasan Lambang Sari seakan memiliki bentuk yang “spesial” dibandingkan jenis rumah limasan lainnya. Ini karena terlihat adanya celah antara atap yang membubung dengan atap yang mengemper. Pada rumah limasan Lambang Sari, kedua atap memang tidak langsung menyatu, melainkan diberikan sambungan berupa balok. Kondisi ini juga yang membuat rumah limasan Lambang Sari terlihat memiliki atap yang bersusun dengan 16 tiang penyangga di bagian bawahnya.

Demikianlah jenis-jenis rumah limasan. Nggak ada salahnya, lho kalau kamu mau menerapkan model atap rumah limasan khas Jawa untuk rumah modern yang mau kamu bangun. Ini bisa membuat rumahmu terlihat mewah dan lebih tradisional! Temukan artikel dengn inspirasi menarik lainnya di Arsitek Indo Kontraktor!

Tags: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat